Teks Eksplanasi
Teks
Eksplanasi
A. Pengertian Teks
Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah
teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu
peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa
terjadi. Suatu peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yang terjadi
disekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses. Kejadian yang terjadi disekitar kita
pantas nya tidak hanya kita amati dan rasakan saja, tetapi sekaligus digunakan
sebagai pembelajaran. Mengapa kejadian tersebut bisa terjadi dan bagaimana bisa
terjadi kejadian seperti itu.
Teks eksplanasi diantaranya mempunyai tujuan:
- Menjelaskan
fenomena yang terjadi
- Menjelaskan
sebab-akibat suatu peristiwa
B.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Sangat mudah membedakan teks eksplanasi dengan teks
deskripsi atau teks lain. Dikarenakan teks eksplanasi mempunyai ciri-ciri yang
sangat khusus. Ciri-cirinya:
- Strukturnya
terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
- Informasi
yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
- Faktual
tersebut memuat informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya sains.
- Sifatnya informatif dan
tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang
dibahas.
- Memiliki
/ menggunakan sequence markers. Seperti pertama, kedua,
ketiga, dan sebagainya. Bisa juga menggunakan: pertama,
berikutnya, terakhir.
C. Struktur Teks
Eksplanasi
- Contoh Teks Eksplanasi
Tsunami
Tsunami adalah istilah yang berasal
dari Jepang, terdiri atas dua kata tsu dan name yang berarti ‘pelabuhan’ dan
‘gelombang’. Para ilmuan mengartikannya sebagai gelombang pasang atau gelombang
laut akibat gempa. Tsunami adalah gelombang laut besar yang datang dengan cepat
dan tiba-tiba menerjang kawasan pantai. Gelombang tersebut terbentuk akibat
dari aktivitas gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Besarnya
gelombang tsunami menyebabkan banjir dan kerusakan ketika menghantam daratan
pantai.
Pembentukan tsunami terjadi saat
dasar laut pemukaannya naik turun di sepanjang patahan selama gempa
berlangsung. Patahan tersebut mengakibatkan terganggunya keseimbangan air laut.
Patahan yang besar akan menghasilkan tenaga gelombang yang besar pula. Beberapa
saat setelah terjadi gempa, air laut akan surut. Setelah surut, air laut
kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar. Selain itu, pembentukan
tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung merapi di dasar lautan. Letusan
tersebut menyebabkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di sekitarnya.
Semakin besar tsunami, makin besar pula banjir atau kerusakan yang terjadi saat
menghantam pantai.
Tsunami memang telah menjadi salah
satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar
terjadi saat tsunami tersebut menghantam permukiman penduduk sehingga menyeret
apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan
mempersiapkan diri menghadapi bencana ini. Namun, kita tidak perlu terlalu
khawatir karena tidak semua tsunami membentuk gelombang besar. Selain itu,
tidak semua letusan gunung merapi atau gempa yang terjadi diikuti dengan tsunami.
Dari contoh teks eksplanasi di atas, kita dapat
melihat bahwa struktur teks ekplanasi adalah:
1. Pernyataan Umum
Berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena
yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya.
Dalam contoh teks di atas. Penjelasan umum yang dituliskan dalam teks ini
berupa gambaran secara umum tentang tsunami, mengapa tsunami terjadi, dan
bagaimana proses peristiwa tsunami tersebut bisa terjadi.
2. Deretan Penjelas
Berisi tentang penjelasan proses mengapa tsunami bisa
terjadi atau tercipta dan bisa terdiri lebih dari satu paragraf. Deretan
penjelas mendeskripsikan dan merincikan penyebab dan akibat dari tsunami.
3. Interpretasi (Opsional)
Teks penutup yang bersifat pilihan, dan bukan
keharusan. Teks penutup yang dimaksud adalah, teks yang merupakan intisari atau
kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas. Opsionalnya dapat berupa
tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks
tersebut.
D. Kaidah Kebahasaan
Teks Eksplanasi
Di dalam
teks eksplanasi biasanya mengandung ciri kaidah kebahasaan berikut:
- Fokus
pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman
participants). Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan,
dan udara.
- Dimungkinkan
menggunakan istilah ilmiah.
- Lebih
banyak menggunakan verba material dan verba relasional (kata
kerja aktif).
- Menggunakan
konjungsi waktu dan kausal. Contohnya penggunaan: sehingga, sebelum,
pertama, jika, bila, dan kemudian.
- Menggunakan
kalimat pasif.
- Eksplanasi
ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang
diterangkan secara kausal itu benar adanya
Komentar
Posting Komentar